Bicara tentang pengalaman pribadi saya, sepertinya banyak sekali cerita dan pengalaman hidup yang saya dapatkan dan saya lewati. Namun kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya saat duduk dibangku SMP. Pengalaman ini tentang sebuah pelajaran yang sebenarnya telah saya dapatkan sejak SD, yaitu pelajaran OLAHRAGA. Saya sangat menyukai pelajaran ini, apalagi kalo materi nya bulutangkis, sejak SD saya telah berlatih bermain bulutangkis, setiap pagi hari dan sore hari di rumah. Karena saya berfikir bila sekolah SMP ada ekstrakurikuler bulutangkis tapi jarang banget kan. Jika ada materi ini saya sangat senang dan suka.
Pengalaman ini sebenarnya sebuah cerita yang memalukan bagi saya, namun jika di ingat ingan kembali, saya akan tertawa juga mengingatnya. Ya, waktu itu ada penilaian di kantor UPTD dekat sekolah dan saat pak guru menunjuk salah satu siswa untuk mencoba bermain bulutangkis tidak ada yang mau, akhirnya saya dan teman saya perempuan maju duluan dan kami memulai pertandingan bulutangkis. Service pertama saya lakukan dan berlanjut lama, lambungan yang ditangkis teman saya sangat tinggi sehingga saya sulit menjangkau dan akhirnya terjatuh ke belakang. Teman saya yang saat itu lawan saya malah ngetawain, merasa malu dan gerogi akhirnya saya berdiri dan melanjutkan permainan lagi. Setelah permainan selesai akhirnya saya bisa memenangkan pertandingan. Dari situ saya bisa mengambil hikmah sedikit kalau kita menyerah saat kita sudah jatuh dan tidak mau mencoba lagi kita tidak akan dapat apa apa yang kita dapat hanya kecewa dan menyesali diri sendiri.
Selanjutnya jam olahraga pun selesai waktunya untuk ganti baju, karena saat itu tidak ada tutor atau tutor libur jadi kita memutuskan tidak ganti baju saja. Bel pun berbunyi waktu pulang sekolah. Saya dan teman saya bergegas untuk pulang kami mengendarai motor. Saat saya sampai dirumah badan kok terasa pegal dan ada yang sakit, saya berpikir dan ingat kalo tadi sempat terjatuh saat bermain bulutangkis, sorenya saya tetap melakukan aktivitas rutin yaitu bermain bulutangkis sama adek di halaman rumah, badan saya malah tambah pegal pegal gak karuan. Tapi selang beberapa menit berlangsungnya permainan bulutangkis, badan sudah agak enak.
Itulah pengalaman saya mengenai olahraga bulutangkis, semoga kalian paham, terima kasih sudah membaca.
Pengalaman ini sebenarnya sebuah cerita yang memalukan bagi saya, namun jika di ingat ingan kembali, saya akan tertawa juga mengingatnya. Ya, waktu itu ada penilaian di kantor UPTD dekat sekolah dan saat pak guru menunjuk salah satu siswa untuk mencoba bermain bulutangkis tidak ada yang mau, akhirnya saya dan teman saya perempuan maju duluan dan kami memulai pertandingan bulutangkis. Service pertama saya lakukan dan berlanjut lama, lambungan yang ditangkis teman saya sangat tinggi sehingga saya sulit menjangkau dan akhirnya terjatuh ke belakang. Teman saya yang saat itu lawan saya malah ngetawain, merasa malu dan gerogi akhirnya saya berdiri dan melanjutkan permainan lagi. Setelah permainan selesai akhirnya saya bisa memenangkan pertandingan. Dari situ saya bisa mengambil hikmah sedikit kalau kita menyerah saat kita sudah jatuh dan tidak mau mencoba lagi kita tidak akan dapat apa apa yang kita dapat hanya kecewa dan menyesali diri sendiri.
Selanjutnya jam olahraga pun selesai waktunya untuk ganti baju, karena saat itu tidak ada tutor atau tutor libur jadi kita memutuskan tidak ganti baju saja. Bel pun berbunyi waktu pulang sekolah. Saya dan teman saya bergegas untuk pulang kami mengendarai motor. Saat saya sampai dirumah badan kok terasa pegal dan ada yang sakit, saya berpikir dan ingat kalo tadi sempat terjatuh saat bermain bulutangkis, sorenya saya tetap melakukan aktivitas rutin yaitu bermain bulutangkis sama adek di halaman rumah, badan saya malah tambah pegal pegal gak karuan. Tapi selang beberapa menit berlangsungnya permainan bulutangkis, badan sudah agak enak.
Itulah pengalaman saya mengenai olahraga bulutangkis, semoga kalian paham, terima kasih sudah membaca.

Komentar
Posting Komentar